Polri Diminta Tentukan Status Hukum Perkara Luna Maya-Cut Tari

Bareskrim Polri diminta untuk segera memutuskan status hukum perkara yang menjerat dua artis, yakni Luna Maya dan Cut Tari, terkait peredaran video asusila mereka bersama Nazriel Irham alias Ariel. Pasalnya, sudah kira-kira dua tahun perkara itu menggantung.

“Lebih dari dua tahun keduanya menyandang status tersangka. Maka sudah cukup bagi Kepolisian untuk menentukan nasib keduanya dilanjutkan atau dihentikan,” kata Wakil Ketua Komisi III DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Nasir Djamil, ketika dihubungi, Senin ( 23/7/2012 ).

Nasir mengatakan, jika ingin perkara itu dilanjutkan, penyidik Polri harus segera melengkapi alat bukti yang diminta oleh Kejaksaan. Jika tak mampu melengkapi bukti, penyidik sebaiknya mengeluarkan SP3 atau Surat Perintah Penghentian Penyidikan.

Sementara itu, anggota Komisi III dari Fraksi PDI Perjuangan Ahmad Basarah menilai Kepolisian gamang dalam menangani kasus itu. Secara kriminologi, kata Basarah, Ariel, Luna, dan Tari merupakan korban dari penyebaran video asusila.

Masalahnya, lanjut Basarah, hubungan layaknya suami istri itu antara Ariel dengan Luna dan Ariel dengan Tari dalam dua video yang beredar dilakukan atas dasar suka sama suka. Selain itu, suami Tari,  Joesoef Subrata, juga tak membawa masalah video itu ke ranah hukum.

“Situasi itulah yang membuat keterlibatan Luna maupun Tari dalam kasus video porno itu menjadi sumir dan polisi menjadi gamang menindaklanjuti,” kata Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan tersebut.

Menurut Basarah, sebaiknya Kepolisian menghentikan penyidikan perkara kedua artis itu. “Bukankah hukuman sosial buat Luna dan Tari sudah mereka jalani selama dua tahun terakhir. Biarlah Luna dan Tari melanjutkan kehidupannya secara normal. Apalagi, Tari sudah punya anak yang harus dibesarkan secara wajar. Atas dasar alasan kemanusiaan, saya sarankan Polri segera mengeluarkan SP3,” pungkas Basarah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s